Tapanuli RayaTapteng & Sibolga

Pemkab Tapteng Dorong Pembentukan PATBM di Desa dan Kelurahan

TAPTENG, KawalSumut.com ~ Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Pusaka Indonesia dan Save the Children mendorong pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa dan kelurahan.

Upaya tersebut dibahas dalam Sosialisasi Program Protekta di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Selasa (11/8/2026). Kegiatan dibuka Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tapteng, Jonedi Marbun.

Jonedi mengatakan, perlindungan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga dan masyarakat perlu terlibat karena keterbatasan pemerintah menjangkau persoalan anak di 159 desa dan 56 kelurahan.

“Anak merupakan cikal bakal yang akan memimpin pemerintahan ini ke depannya. Ketika anak salah dididik dan bermasalah, mungkin ke depannya pemerintahan ini juga akan bermasalah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapteng, Rahmadiah Hanum, mengungkapkan masih ada kemungkinan kasus kekerasan terhadap anak yang tidak dilaporkan karena ketakutan, tekanan keluarga, ataupun ketidaktahuan mengenai mekanisme pengaduan.

“Yang kita hadapi banyak, tetapi yang melapor belum tentu sebanyak itu. Yang tidak melaporkan justru bisa lebih banyak,” kata Hanum.

DP3A Tapteng telah membentuk PATBM sebagai proyek percontohan di Kelurahan Bonalumban pada 6 Agustus 2026 dan Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, pada 8 Agustus 2026. Kedua wilayah tersebut diharapkan menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya.

Tim Ahli Pusaka Indonesia, Marjoko, mengingatkan agar PATBM tidak hanya menjadi struktur kepengurusan. Anggotanya harus mampu mengenali persoalan anak, melakukan pencegahan, memberikan respons awal, dan menghubungkan korban dengan layanan yang tepat.

Selain PATBM, Pemkab Tapteng juga akan memperkuat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, serta kanal pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

Penguatan tersebut diharapkan membangun sistem perlindungan anak yang terpadu sekaligus mendorong terwujudnya Tapanuli Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak. (SB)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close