Toba
Yayasan TB Soposurung Kukuhkan Siswa Asrama Angkatan ke-37, Tekankan Pendidikan Humanis di Era Digital

Toba, KawalSumut.com ~ Yayasan Tunas Bangsa (TB) Soposurung mengukuhkan siswa-siswi Asrama Yayasan TB Soposurung Angkatan ke-37 Tahun Ajaran 2026/2027 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Museum TB Silalahi Center, Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pendidikan yang humanis sebagai fondasi pembentukan karakter di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Acara dipimpin Ketua Dewan Pembina Yayasan TB Soposurung, Luthfi Mangaratua Krida Silalahi, didampingi Ketua Yayasan TB Soposurung, Marudut Napitupulu. Prosesi diawali dengan doa lintas agama yang dipimpin Ustaz Faturrahman dan Frater Paul Leu, dilanjutkan dengan laporan kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan serta Inspektur Kodam I/Bukit Barisan.
Dalam sambutannya, Luthfi Mangaratua Krida Silalahi mengajak seluruh hadirin mengenang dedikasi pendiri Yayasan TB Soposurung, almarhum Letjen TNI Tiopan Bernhard Silalahi, yang dinilainya telah mewariskan cita-cita besar di bidang pendidikan.
“Momen istimewa ini mengingatkan kami untuk mengenang perjalanan dan legacy almarhum orang tua saya, Letjen TNI Tiopan Bernhard Silalahi. Tiga puluh tujuh tahun Yayasan TB Soposurung berdiri dan kini kembali mengukuhkan Angkatan ke-37. Terima kasih atas segala kerja keras, pengorbanan, dedikasi, dan cinta yang telah diberikan,” ujar Luthfi.
Ia menegaskan, di tengah modernisasi dan digitalisasi pendidikan, Yayasan TB Soposurung tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam mendidik para siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, moral, disiplin, dan kreativitas peserta didik.
“Sentuhan humanis menjadi hal yang sangat penting bagi siswa-siswi, khususnya angkatan baru. Karakter yang baik, bermoral, dan kreatif akan menjadi bekal utama mereka menghadapi masa depan,” katanya.
Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dari TNI Angkatan Darat yang telah membimbing para siswa selama masa persiapan pengukuhan.
“Anak-anak kita telah menunjukkan disiplin yang luar biasa hanya dalam dua minggu persiapan. Terima kasih kepada Bapak Irdam beserta seluruh pembina dari TNI Angkatan Darat atas dedikasinya,” ucapnya.
Selain itu, ia mengapresiasi Artha Graha Peduli yang telah mendukung kegiatan sosial Yayasan TB Soposurung, termasuk program Yasop Peduli yang membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat.
Sementara itu, Inspektur Kodam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Josafath MRD, menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan Yayasan TB Soposurung yang dinilai konsisten melahirkan generasi muda berkarakter.
Menurut Josafath, Letjen TNI (Purn.) Tiopan Bernhard Silalahi merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan sekaligus keluarga besar TNI Angkatan Darat.
Ia mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di Yayasan TB Soposurung dengan sebaik-baiknya.
“Berbanggalah karena kalian menjadi bagian dari Yayasan TB Soposurung. Berjuanglah menjadi pribadi yang berkarakter baik dan mulia. Apa yang kalian tanam hari ini akan memberikan hasil yang baik di masa depan,” pesannya.
Prosesi pengukuhan berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan mulai dari upacara pembukaan, penyambutan dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Batak Toba, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TB Soposurung, pembacaan rekapitulasi siswa baru, penyematan seragam resmi, pengambilan prasetya, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dan teladan, penampilan seni budaya, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, apresiasi kepada Artha Graha Peduli, hingga berbagai atraksi seni, olahraga, dan ramah tamah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Inspektur Kodam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Josafath MRD, Ketua Dewan Pengawas Yayasan TB Soposurung Henri Napitupulu beserta jajaran pengurus yayasan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, unsur Forkopimda dan pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, perwakilan TNI, Polri, Artha Graha Peduli, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa. (Bee)



