Olah RagaToba

Askab PSSI Toba Gandeng Loka POM Edukasi Keamanan Pangan bagi Atlet Usia Dini

TOBA, KawalSumut.com – Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Toba menjajaki kerja sama dengan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Toba untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan dan pola konsumsi sehat bagi pesepak bola usia dini.

Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi pengurus Askab PSSI Toba dengan Kepala Loka POM di Kabupaten Toba, M. Sony Mughofir, S.Si., Senin (21/9/2026).

Rombongan Askab PSSI Toba dipimpin Ketua Koko Siagian, S.T., didampingi Sekretaris Sanjay Baringbing, S.Pd., Bendahara Reventan Sidabutar, M.Pd., serta pengurus bidang humas, Berlin Marpaung dan Dedi Silalahi.

Ketua PSSI Toba, Koko Siagian, mengatakan pembinaan pemain usia dini tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis di lapangan. Menurutnya, asupan makanan, waktu istirahat, dan pola hidup sehat juga memengaruhi pertumbuhan serta performa atlet muda.

“Kami ingin atlet muda Toba tidak hanya memiliki kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga tumbuh sehat. Selama ini masih ada anak-anak SSB yang jajan sembarangan setelah latihan, padahal asupan mereka harus seimbang dengan intensitas latihan,” kata Koko.

Ia berharap Loka POM dapat memberikan pendampingan dan edukasi mengenai keamanan pangan serta cara memilih makanan yang aman bagi pemain sekolah sepak bola (SSB) binaan PSSI Toba.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana penyelenggaraan edukasi keamanan pangan bagi pemain dari sejumlah SSB. Kegiatan direncanakan berlangsung di Kantor Askab PSSI Toba dengan materi mengenai pemilihan makanan yang aman, pentingnya istirahat, serta asupan yang sesuai dengan usia dan beban latihan.

Loka POM juga akan mengenalkan prinsip “Cek KLIK”, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.

Selain edukasi bagi atlet usia dini, audiensi turut membahas pendampingan terhadap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Askab PSSI Toba. Produk tersebut antara lain makanan siap saji untuk atlet, jamu stamina, dan minuman herbal.

Pendampingan akan diarahkan agar pelaku UMKM memenuhi standar keamanan pangan dan memperoleh legalitas sesuai jenis serta kewenangan perizinannya. Untuk pangan industri rumah tangga, penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga atau SPP-IRT menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan produk tertentu wajib memperoleh izin edar dari BPOM.

Kepala Loka POM di Kabupaten Toba, M. Sony Mughofir, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia mengatakan pihaknya siap memberikan edukasi kepada pemain SSB dan mendampingi pelaku UMKM dalam memenuhi ketentuan keamanan serta perizinan produk.

“Prestasi juga dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi. Kami siap memberikan edukasi kepada anak-anak SSB mengenai Cek KLIK. Untuk UMKM binaan PSSI Toba, kami juga siap melakukan pendampingan agar produknya memenuhi ketentuan dan memiliki izin sesuai kategorinya,” ujar Sony.

Melalui kerja sama tersebut, PSSI Toba berharap pembinaan pemain usia dini dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari peningkatan kemampuan teknis hingga pemenuhan gizi seimbang dan keamanan pangan. (SEB) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close