KesehatanTapanuli Raya

Sihar Sitorus Tekankan Masyarakat Sipahutar Gotong Royong BPJS dan Maksimalkan Fasilitas Puskesmas

Tapanuli Utara, KawalSumut.com – Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Sihar Sitorus memimpin sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Aula HKBP Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Kabag Mutu Layanan Kepesertaan Dolok Erikson Siagian, serta perwakilan BPJS Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara. Sosialisasi diikuti ratusan masyarakat Kecamatan Sipahutar dan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab terkait layanan dan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dalam pemaparannya, Dolok Erikson Siagian menyebut antusiasme masyarakat Sipahutar terhadap program BPJS Kesehatan cukup tinggi, khususnya terkait Program Bantuan Iuran (PBI) dan kepesertaan mandiri.

Ia menjelaskan terdapat dua jenis kepesertaan BPJS Kesehatan, yakni PBI yang iurannya ditanggung pemerintah dan non-PBI atau mandiri yang dibayarkan peserta secara pribadi. Menurutnya, masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta PBI cukup menunjukkan KTP saat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Sipahutar.

“Bagi warga Sipahutar yang sedang berada di luar daerah namun mengalami sakit, tetap dapat memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas terdekat maksimal tiga kali dalam satu bulan,” ujar Erikson.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan BPJS aktif agar tidak terkendala saat mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, peserta yang belum dapat membuktikan status PBI pemerintah akan diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi administrasi, jika tidak maka akan dikenakan sebagai peserta umum atau mandiri.

Selain itu, Erikson mengingatkan pentingnya pendaftaran bayi baru lahir ke BPJS Kesehatan paling lambat 28 hari setelah kelahiran guna menghindari tunggakan iuran.

“Apabila bayi yang lahir belum didaftarkan selama 28 hari, maka akan muncul pembayaran iuran satu tahun. Jika terus tidak didaftarkan, tunggakan iuran akan semakin bertambah,” katanya.

Ia turut menjelaskan besaran iuran peserta mandiri, yakni kelas III sebesar Rp42 ribu, kelas II Rp100 ribu, dan kelas I Rp150 ribu per bulan. Sementara status penerima PBI gratis ditentukan berdasarkan data desil kesejahteraan dari Dinas Sosial.

Dalam kesempatan itu, Erikson juga mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi minuman berpemanis guna mencegah penyakit tidak menular.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Sihar Sitorus mengajak masyarakat terus mempertahankan kepesertaan BPJS Kesehatan, baik melalui skema PBI maupun mandiri.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat Sipahutar. Pergunakan dan manfaatkan Puskesmas Sipahutar untuk kepentingan kesehatan kita bersama,” ujar Sihar.

Ia mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tugas Komisi IX DPR RI bersama BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat program JKN-KIS dan mekanisme pembiayaannya.

Menurut Sihar, program JKN-KIS merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah dan masyarakat agar layanan kesehatan dapat dijangkau lebih luas.

“Program JKN-KIS merupakan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya iuran, baik dari pemerintah maupun mandiri, layanan kesehatan dapat dijangkau lebih luas,” katanya.

Sihar juga mengapresiasi capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah diraih Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran tenaga ahli DPR RI Sihar Sitorus serta pengurus Rumah Aspirasi Sihar Sitorus Centre (SSC). Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah bersama masyarakat. (Bee)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close