
TOBA, KawalSumut.com ~ Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Toba di bawah kepemimpinan Koko Siagian menggandeng mantan pemain sepak bola Sumatera Utara, Bernard Siahaan, untuk memperkuat pembinaan pemain usia muda di Kabupaten Toba.
Bernard dipercaya terlibat dalam kepengurusan sekaligus pembinaan pemain kelompok usia U-13 dan U-15. Kehadirannya diharapkan dapat membantu membangkitkan kembali prestasi sepak bola Toba melalui pengalaman panjangnya sebagai pemain dan pelatih.
Saat ditemui di Sekretariat PSSI Toba, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Balige, Sabtu (15/8/2026), Bernard mengatakan keterlibatannya bermula dari undangan sahabatnya, Parulian Simbolon.
Dalam pertemuan tersebut, Bernard berbincang dengan Ketua PSSI Toba Koko Siagian dan Sekretaris PSSI Toba Sanjay Efendi Baringbing mengenai kondisi serta masa depan sepak bola di daerah itu.
“Saya merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih kepada generasi muda di Kabupaten Toba. Tidak ada kata lelah karena saya merasakan betapa besar pengaruh sepak bola dalam kehidupan saya,” ujar Bernard.
Pria yang akrab disapa Captain Ben itu mengaku prihatin melihat perkembangan sepak bola Toba yang dinilainya sempat mengalami kevakuman cukup panjang. Karena itu, ia berkomitmen membagikan pengalaman yang diperolehnya selama lebih dari empat dekade berkecimpung di dunia sepak bola.
Karier Bernard dimulai pada 1983 ketika memperkuat PSMS Junior dalam kompetisi di Klaten. Setahun kemudian, ia dipercaya bergabung dengan tim utama PSMS Medan.
Pada 1985, Bernard menjadi bagian dari skuad yang menjuarai kompetisi Perserikatan di Stadion Senayan, Jakarta. Ia juga mencatatkan prestasi dalam turnamen Marahalim Cup.
Setahun kemudian, Bernard pindah ke PSDS Deli Serdang melalui proses transfer pemain. Bersama Tim Sumut-A yang diperkuat pegawai Dinas Pekerjaan Umum Deli Serdang, ia turut meraih gelar juara Kejuaraan Nasional Galakarya di Medan.
Pada periode 1987 hingga 1990, Bernard memperkuat PSDS dalam kompetisi Divisi I hingga Divisi Utama Perserikatan PSSI. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama Harimau Tapanuli FC.
Sahabat Bernard, Parulian Simbolon, mengatakan salah satu pencapaian terbesar Bernard terjadi saat memperkuat tim Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII di Jakarta tahun 1989.
Dalam pertandingan final melawan Jawa Timur, Bernard disebut mencetak gol pada menit ke-74. Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak perpanjangan waktu dan berakhir dengan keberhasilan Sumatera Utara meraih medali emas.
“Gol tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Bernard bersama tim Sumatera Utara,” kata Parulian.
Bernard kemudian bergabung dengan Harimau Tapanuli FC yang saat itu dipimpin almarhum TD Pardede. Bersama klub tersebut, ia disebut meraih gelar juara liga antarklub tingkat nasional di Senayan, Jakarta. Pada 1991, Bernard juga mengikuti pendidikan akademi sepak bola di Belanda.
Kariernya sebagai pemain berlangsung hingga 1996. Setelah gantung sepatu, Bernard melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Pada periode 1996–2001, ia menangani PS Pioneer FC University of Dharma Agung Medan.
Kiprah kepelatihannya berlanjut di Kabupaten Toba. Bernard menangani Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Balige pada 2002 dan membawa tim tersebut menjuarai Tunas Muda Cup Kabupaten Toba setahun kemudian. Pada 2004, ia dipercaya melatih tim AMS Tambunan Balige.
Bernard kembali menangani SSB Tunas Muda Balige pada 2024. Sejak 2026, ia juga terlibat dalam kepengurusan PSSI Toba dan pembinaan pemain usia muda.
Ketua PSSI Toba Koko Siagian mengatakan pihaknya mempercayakan program pembinaan kepada Bernard karena memiliki pengalaman sebagai pemain maupun pelatih.
“Kami harus mengangkat kembali sepak bola Toba bersama Coach Bernard Siahaan. Beliau memiliki pengalaman yang menjadi modal penting dalam pengembangan sepak bola di Kabupaten Toba,” ujar Koko melalui pesan WhatsApp.
Menurut Koko, pembinaan pemain U-13 dan U-15 menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan regenerasi sekaligus membangun fondasi prestasi sepak bola Toba secara berkelanjutan. (Bee)



