Hukum & KriminalNasional
Lapas Tasikmalaya Luncurkan SIKAWAN, Permudah Layanan bagi Keluarga Warga Binaan

TASIKMALAYA, KawalSumut.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya meluncurkan inovasi digital SIKAWAN atau Sistem Informasi Keluarga dan Warga Binaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Aplikasi berbasis web tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses sejumlah layanan secara daring, mulai dari pendaftaran kunjungan, penitipan barang, hingga pengajuan hak integrasi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, mengatakan SIKAWAN dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan akses informasi dan proses pelayanan manual yang selama ini membutuhkan waktu cukup lama.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja dan dari mana saja. Penerapan SIKAWAN juga disebut mampu memangkas waktu pelayanan yang sebelumnya berkisar 15–30 menit menjadi kurang dari 15 menit.
Selain memberikan kemudahan, SIKAWAN dilengkapi fitur pelacakan secara waktu nyata atau real-time. Fitur ini memungkinkan keluarga warga binaan memantau perkembangan permohonan hak integrasi secara transparan.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya praktik pungutan liar. Sementara itu, dashboard pemantauan memungkinkan Kepala Lapas mengevaluasi kinerja pelayanan secara cepat dan berbasis data.
Pengembangan SIKAWAN dilakukan melalui sejumlah tahapan, antara lain perencanaan, pembentukan tim, serta bimbingan teknis kepada petugas dan masyarakat. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan sistem dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Peluncuran SIKAWAN menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dalam mendukung transformasi digital dan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ke depan, aplikasi tersebut direncanakan terus dikembangkan melalui penambahan fitur dan integrasi dengan basis data pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
SIKAWAN juga diproyeksikan menjadi proyek percontohan bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat dalam menerapkan pelayanan publik berbasis digital. Melalui inovasi tersebut, Lapas Tasikmalaya berharap dapat meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. (Bee)



