
TOBA, KawalSumut.com ~ Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Toba melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, S.E., Selasa (18/8/2026).
Rombongan dipimpin Pelaksana Tugas PSSI Toba, Koko Siagian, S.T., didampingi Sekretaris Jenderal Sanjay Barimbing serta jajaran pengurus. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Toba tersebut membahas kepengurusan, pembinaan pemain muda, dan persiapan menghadapi sejumlah turnamen.
Dalam pertemuan itu, Koko memaparkan persiapan pemain kelompok usia U-13 dan U-15. PSSI Toba juga tengah mempersiapkan tim untuk mengikuti Piala Soeratin tingkat Provinsi Sumatera Utara, Sihar Sitorus Cup, dan turnamen internasional.
“Kecintaan kami terhadap sepak bola Indonesia, khususnya di Kabupaten Toba, tidak perlu diragukan. Saya terpanggil untuk menghidupkan kembali PSSI Toba yang sempat vakum selama puluhan tahun,” ujar Koko.
Menurutnya, salah satu fokus utama PSSI Toba adalah mencari dan membina bibit-bibit pesepak bola daerah. Pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk mental dan menambah pengalaman para pemain muda melalui berbagai kompetisi.
Untuk mendukung program tersebut, PSSI Toba melibatkan Bernard Siahaan dan Jusprin Pardede sebagai pelatih. Keduanya dinilai memiliki pengalaman dalam pembinaan dan persepakbolaan.
“Kami ingin mempersiapkan pemain untuk mengikuti turnamen yang lebih bergengsi. Selain meningkatkan kemampuan, kompetisi juga penting untuk menambah pengalaman dan membina mental mereka,” katanya.
Koko menambahkan, audiensi dengan Ketua DPRD Toba menjadi motivasi bagi pengurus dalam menjalankan program organisasi. Sebelumnya, jajaran PSSI Toba juga telah bertemu dengan Bupati Toba untuk membahas rencana pengembangan sepak bola daerah.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas persiapan tim menghadapi Piala Soeratin tingkat Sumatera Utara dan rencana pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PSSI Toba pada September 2026.
Ketua DPRD Toba, Franshendrik Tambunan, menyambut baik upaya menghidupkan kembali pembinaan sepak bola di Kabupaten Toba. Ia mengatakan, pembahasan anggaran tahun 2027 dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026 setelah tahapan Perubahan APBD.
“Apabila kepengurusan PSSI Toba sudah terbentuk secara definitif, pengurus nantinya dapat mengajukan anggaran untuk mendukung program pembinaan sepak bola,” ujar Franshendrik.
Ia menilai sepak bola merupakan olahraga yang telah mengakar di tengah masyarakat Kabupaten Toba. Karena itu, pengembangan dan pembinaan pemain muda perlu mendapatkan perhatian bersama.
Franshendrik juga menyinggung keterbatasan lapangan setelah Lapangan Sisingamangaraja dialihfungsikan menjadi kawasan venue. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menyurutkan semangat pengurus dan para pemain.
“Kita masih memiliki beberapa lapangan yang layak digunakan untuk pertandingan. Kami sebagai wakil rakyat menyambut baik dan terbuka terhadap berbagai upaya untuk memajukan persepakbolaan di Kabupaten Toba,” tutupnya. (Bee)



