Tapanuli Raya

Tanamkan Nilai Sejarah , Naposo Bulung GKPA Resort Khusus Kota Padangsidimpuan, Ibadah PA di titik Nol Kekristenan Tanah Batak di ParauSorat

TAPANULI SELATAN – Persekutuan Naposobulung Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Resort Khusus Padangsidimpuan mengunjungi Parau Sorat di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/8/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat iman dan persaudaraan sekaligus mengenalkan sejarah perjalanan Kekristenan di Tanah Batak kepada generasi muda.

Di sela kegiatan akhir pekan, rombongan melaksanakan ibadah Pendalaman Alkitab (PA) dan berdiskusi mengenai sejarah Parau Sorat yang dikenal sebagai salah satu lokasi penting dalam perkembangan Kekristenan di Tanah Batak.

Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, misionaris asal Belanda, Gerrit van Asselt, tiba di Sipirok pada 22 Januari 1857. Ia disebut sebagai salah satu misionaris pertama yang menetap serta mengajarkan Kekristenan di Tanah Batak. Selain mendirikan gereja, Van Asselt turut mengembangkan pendidikan di wilayah Sipirok.

Perkembangan Kekristenan di kawasan tersebut kemudian ditandai dengan pembaptisan Main Tampubolon dengan nama baptis Jacobus Tampubolon dan Pagar Siregar dengan nama baptis Simon Siregar pada 31 Maret 1861. Keduanya dikenal sebagai orang Batak pertama yang memeluk agama Kristen.

Pembina Naposobulung GKPA Resort Khusus Padangsidimpuan, St. Bonardo AP Marpaung, M.AP., mengatakan kegiatan itu tidak hanya menjadi sarana mengenalkan sejarah kepada generasi muda, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama anggota Naposobulung.

“Selain menggali dan menanamkan nilai-nilai sejarah kepada anak muda, kegiatan ini juga kami lakukan untuk memupuk ikatan persaudaraan yang kokoh di antara sesama Naposobulung GKPA,” kata Bonardo seusai kegiatan.

Ia turut mengajak masyarakat mengunjungi Parau Sorat agar semakin mengenal nilai sejarah yang terkandung di kawasan tersebut.

“Kami berharap seluruh umat dapat berkunjung ke Parau Sorat di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tempat dan nilai sejarah ini merupakan milik kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Naposobulung GKPA Resort Khusus Padangsidimpuan, Gerald Sitompul, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan ke Parau Sorat memberikan pengalaman rekreasi sekaligus menambah wawasan sejarah dan memperkuat iman.

“Selain menikmati akhir pekan, di tempat ini kami memperoleh pengetahuan sejarah dan pembinaan iman. Kami juga semakin memahami pentingnya menjaga ikatan persaudaraan,” kata Gerald.

Ia berharap Naposobulung GKPA Resort Khusus Padangsidimpuan semakin bertumbuh dalam iman, berkembang dalam pelayanan, dan semakin solid dalam persaudaraan.

(MCS)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close