Labuhan Batu Raya
Pekerja Informal di Labuhan Batu Sampaikan Aspirasi Upah Layak kepada Sihar Sitorus

Labuhan Batu, KawalSumut.com ~ Sekitar 50 pekerja sektor informal menyampaikan berbagai aspirasi terkait kesejahteraan dan kepastian penghasilan dalam kegiatan penyerapan aspirasi yang digelar oleh Rumah Aspirasi Sihar Sitorus Center di Warung Kita Kita (WKK) Kabupaten Labuhan Batu, Sabtu (25/4).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka masa reses ini turut dihadiri oleh Sihar P. H. Sitorus selaku Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Sumatera Utara II. Forum ini menjadi wadah bagi para pekerja informal untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya komunitas driver ojek online dan offline, guru madrasah nonformal yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (MDTA), pengrajin batu bata, pelaku UMKM, asisten rumah tangga, penjaga toko, hingga tukang bangunan.
Guruh ochtama (36) selaku Koordinator Rumah Aspirasi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menampung aspirasi masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang selama ini belum memiliki jaminan penghasilan dan perlindungan kerja yang memadai.
Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti rendahnya pendapatan harian yang dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup. Mereka juga mengeluhkan tidak adanya kepastian upah serta ketergantungan pada kondisi fisik untuk dapat terus bekerja.
Aliamsyah (40), salah satu peserta perwakilan dari guru madrasah informal MDTA yang merupakan Ketua forum komunika Diniyah takmaliyah (FKDT), mengungkapkan bahwa kesejahteraan guru MDTA masih jauh dari harapan.
“Di Kabupaten Labuhan Batu terdapat sekitar 180 lembaga MDTA dengan total kurang lebih 1.000 guru. Selama ini, gaji guru madrasah hanya mengandalkan kebijakan atau belas kasih dari kepala daerah. Kami berharap adanya perhatian serius, termasuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan gratis demi kesejahteraan guru,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari Manangar Panjaitan (50), seorang petugas parkir, yang mempertanyakan ketidakjelasan aturan setoran parkir.
“Kami ingin kepastian, kenapa setoran ke dinas perhubungan bisa berubah-ubah. Hari ini Rp60 ribu, besok bisa Rp80 ribu, padahal penghasilan kami sekitar Rp100 ribu per hari,” katanya.
Sementara itu, perwakilan driver ojek online dan offline, Muhammad Rafi Pohan (27), menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi mitra pengemudi. Ia meminta adanya penyesuaian tarif berdasarkan waktu operasional.
“Kenapa tarif tengah malam sama dengan pagi hari, padahal risikonya berbeda. Selain itu, pembagian THR belum merata dan belum jelas kriterianya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sistem pemesanan makanan yang dinilai merugikan driver.
“Kami harus menalangi dulu pembayaran makanan, padahal sering terjadi order fiktif. Ini sangat memberatkan. Selain itu, kami juga merasa tersaingi oleh driver dari perusahaan yang sudah memiliki gaji tetap,” tambahnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sihar Sitorus menyatakan akan membawanya ke Senayan.
“Aspirasi yang sudah disampaikan ke saya melalui forum ini, sudah saya dan tim catat, meskipun beberapa masukan dan aspirasi tidak sepenuhnya menjadi bagain dari isu komisi IX, namun tetap akan saya upayakan sampaikan kepada teman-teman DPR dari Fraksi PDI Perjuangan untuk menjadi bahan dan masukan pada rapat dengan mitra kerjanya masing-masing. Jika ke depan masih aspirasi yang ingin disampaikan warga Labuhan Batu dapat mengunjungi rumah aspirasi Sihar Sitorus yang ada di berbagai daerah di Dapil sumut 2.”
Melalui kegiatan ini, aspirasi yang telah dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja informal, khususnya dalam hal perlindungan, kepastian pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan. (MN)



