
JAKARTA, KawalSumut.com ~ Mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana berkolaborasi dengan Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia menyelamatkan 100 porsi makanan untuk dibagikan kepada 30 anak binaan Rumah Hebat Anak Indonesia (RHAI) di Jakarta Selatan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Rescue Kitchen dan Distribusi Makanan bersama Scholars of Sustenance Indonesia kepada Rumah Hebat Anak Indonesia” itu dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan diawali di dapur SOS Indonesia. Mahasiswa bersama para relawan menyortir, mengolah, dan mengemas bahan makanan berlebih yang masih layak konsumsi menjadi makanan siap saji yang higienis dan bergizi.
Makanan tersebut kemudian didistribusikan kepada anak-anak binaan RHAI. Selain membagikan makanan, mahasiswa mengadakan kegiatan edukatif berupa “Pohon Cita-Cita” dan Senam Anak Sehat untuk menumbuhkan motivasi, semangat belajar, dan kesadaran mengenai pola hidup sehat.
Panca Lucy sebagai Ketua kelompok mahasiswa Magister Manajemen Universitas Mercu Buana mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai penerapan pengabdian kepada masyarakat secara langsung.
“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa kepedulian sosial tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan menyelamatkan makanan yang masih layak konsumsi, kami belajar bahwa setiap aksi kecil dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Panca.
Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Sementara itu, perwakilan SOS Indonesia menilai kolaborasi antara donatur, relawan, mahasiswa, dan organisasi sosial menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan program penyelamatan makanan.
“Setiap hari masih banyak makanan berkualitas yang berpotensi menjadi limbah. Padahal, pada saat yang sama, masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” katanya.
Menurutnya, program penyelamatan makanan bergantung pada dukungan berbagai pihak, termasuk hotel, restoran, katering, supermarket, produsen makanan, perusahaan, hingga individu yang menyumbangkan surplus makanan layak konsumsi.
Donatur berperan menyediakan makanan surplus, sedangkan relawan membantu proses penyelamatan dan pendistribusian. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa turut terlibat langsung dalam pengolahan makanan dan kegiatan pendampingan anak.
Apresiasi juga disampaikan pengurus RHAI. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Universitas Mercu Buana dan SOS Indonesia tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan motivasi bagi anak-anak binaan.
“Bagi anak-anak, kebersamaan dan kasih sayang yang mereka rasakan hari ini merupakan pengalaman yang sangat berarti,” ujar pengurus RHAI.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian sosial, kemampuan memimpin, dan kerja sama tim di luar kegiatan akademik.

Kolaborasi Universitas Mercu Buana, SOS Indonesia, dan RHAI turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tanpa Kelaparan (SDG 2), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).
Melalui program food rescue, SOS Indonesia menghimpun makanan surplus yang masih layak konsumsi dari sejumlah mitra untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Organisasi tersebut juga membuka kolaborasi melalui donasi makanan, dukungan operasional, program tanggung jawab sosial perusahaan, dan kegiatan kerelawanan.
Universitas Mercu Buana berharap kegiatan ini dapat menjadi awal kolaborasi berkelanjutan dalam mengurangi limbah makanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang layak dan bergizi. (MN)



