TobaWisata

Kunjungan TCR Tembus 963 Ribu, BPODT Dorong Investasi dan Pemberdayaan Lokal

Toba, KawalSumut.com ~ Sektor pariwisata di Kabupaten Toba menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort (TCR) yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dinilai mulai menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

Berdasarkan data Humas BPODT, akumulasi kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut sejak 2022 hingga Maret 2026 mencapai 963.053 orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap destinasi yang relatif baru ini.

Ketua Umum Perkumpulan Alumni Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung (Paryasop), Eko Pardede, mengatakan bahwa capaian tersebut perlu dilihat secara objektif berdasarkan data dan kondisi di lapangan.

“Kita harus berbicara berbasis data. Total kunjungan ke TCR sejak 2022 hingga Maret 2026 mencapai 963.053 pengunjung. Ini angka yang besar bagi sebuah destinasi baru,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Jumat (18/4).

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari tingginya jumlah kunjungan tersebut telah dirasakan masyarakat di sekitar kawasan kaldera maupun daerah penyangga.

Adapun rincian kunjungan wisatawan ke TCR yakni 214.144 orang pada 2022, meningkat menjadi 286.573 orang pada 2023, kemudian 246.025 orang pada 2024, dan 162.308 orang pada 2025. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 54.003 pengunjung.

Di sisi lain, BPODT terus mendorong peningkatan investasi di kawasan tersebut. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Jimmy Panjaitan, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kendala regulasi, termasuk terkait masa sewa lahan yang sebelumnya terbatas 30 tahun.

BPODT kini tengah mengupayakan revisi aturan agar masa kerja sama dapat diperpanjang hingga 80 tahun guna memberikan kepastian bagi investor jangka panjang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan masuknya sejumlah investor, salah satunya Nimoland Group yang mengembangkan kawasan wisata Nimo Kaldera. Destinasi ini dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi seperti wahana permainan, wisata keluarga, hingga aktivitas petualangan.

Selain pembangunan destinasi, BPODT juga berperan dalam mendorong penyelenggaraan event internasional di kawasan Danau Toba, seperti F1 Powerboat (F1H2O) dan Trail of the Kings by UTMB yang telah masuk dalam kalender World Series.

Kehadiran BPODT juga dinilai turut mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan jalan di jalur Sibisa–Motung–Ajibata, pengembangan Bandara Sibisa, serta percepatan proyek Jalan Tol Medan–Parapat.

Meski demikian, Eko mengingatkan agar pertumbuhan investasi di kawasan TCR tetap diiringi dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kita optimistis Danau Toba berada di jalur yang tepat. Namun, penting memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan ini,” ujarnya. (Bee)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close