Toba
Bupati Toba Lantik 39 Pejabat, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

TOBA, KawalSumut.com ~ Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba. Pelantikan berlangsung di Balai Data Kantor Bupati Toba, Kamis (6/8/2026).
Pejabat yang dilantik terdiri atas enam pejabat pimpinan tinggi pratama, 16 pejabat administrator, dan 17 pejabat fungsional. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut hasil uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan pada Juli 2026.
Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Donny Raymond Simamora sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Porman Nainggolan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan; dan Tumpal Panjaitan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Selanjutnya, Wanri Josua dilantik sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan; Tagom M. Sihotang sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja; serta Maradu Napitupulu sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Dalam arahannya, Effendi mengatakan mutasi dan pelantikan merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Bupati menyampaikan 11 poin arahan yang harus menjadi pedoman bagi para pejabat. Pertama, menjaga integritas, loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan.
Kedua, cepat beradaptasi, memahami tugas pokok dan fungsi, serta menguasai peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku. Ketiga, membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik secara vertikal maupun horizontal.
Keempat, menghadirkan inovasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Kelima, menciptakan iklim kerja yang kondusif, baik di internal maupun di luar unit kerja, sejalan dengan posisi Kabupaten Toba sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata superprioritas.
Keenam, membangun solidaritas antaraparat, memperkuat kerja sama, serta melibatkan masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung percepatan pembangunan. Ketujuh, meningkatkan citra positif pemerintah dan aparatur sipil negara melalui pelayanan yang sederhana, mudah, cepat, dan akurat.
Kedelapan, meningkatkan kompetensi dan profesionalitas aparatur. Kesembilan, menjunjung tinggi etika birokrasi serta menghindari perbuatan tercela dan konflik kepentingan dalam melaksanakan tugas.
Secara khusus, Effendi meminta para camat yang baru dilantik menjadi ujung tombak pelayanan sekaligus perpanjangan tangan kepala daerah di wilayah masing-masing.
“Camat harus peka, cepat, dan inovatif dalam memecahkan masalah di tingkat kecamatan. Memahami tugas pokok dan fungsi serta regulasi yang berlaku, membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga meminta para camat menempati rumah dinas yang telah disediakan agar lebih mudah menjangkau masyarakat dan siap memberikan pelayanan setiap saat.
Pada poin terakhir, Effendi menegaskan pejabat fungsional harus memiliki profesionalitas dan keahlian yang lebih kuat pada bidangnya dibandingkan pejabat manajerial.
“Saya percaya, dengan semangat, kerja keras, dedikasi yang tinggi, serta kebersamaan, kita mampu mewujudkan Toba Mantap 2029,” kata Effendi menutup arahannya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba Astita Effendi Napitupulu, para asisten dan staf ahli bupati, Kepala BKPSDM Donald Simanjuntak, Pelaksana Tugas Inspektur Ronald Gultom, pimpinan perangkat daerah, serta tamu undangan. (Bee)



