Berita SUMUTHukum & KriminalToba

PT TPL Sesalkan Peristiwa di Dusun Natinggir, Berikut Kronologi Insiden

Toba,Kawalsumut.com.— Peristiwa terjadinya insiden penghadangan dan penyerangan ke pekerja PT Toba Pulp Lestari, TBK menjadi peristiwa yang disesalkan. Kegiatan rutinitas diwilayah Sektor Habinsaran PT. TPL,TBK menjadi perlu klarifikasi akan insiden yang terjadi pada hari ini, Kamis, 7 Agustus 2025, di wilayah konsesi Sektor Habinsaran, Kabupaten Toba.

Insiden ini berupa penghadangan dan penyerangan terhadap tim TPL dan mitra kerja yang sedang melakukan pekerjaan operasional rutin.

Salomo Sitohang, Corporate Communication Manager PT.Toba Pulp Lestari, TBK mengatakan, perusahaan menekankan bahwa seluruh kegiatan operasional, termasuk penanaman dan pemanenan, dilakukan secara legal berdasarkan Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disetujui pemerintah. Kegiatan penanaman di tahun 2025 difokuskan di wilayah konsesi Sektor Habinsaran, Dusun Natinggir, Desa Simare, Kecamatan Borbor, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik.

“Selain itu, perusahaan TPL selalu berupaya menjalin kemitraan dengan masyarakat melalui program Community Development (CD) dan Corporate Social Responsibility (CSR), serta mengedepankan dialog terbuka untuk menyelesaikan isu sosial”, pungkas Salomo

 

*Kronologi Insiden*

Berikut adalah kronologi lengkap insiden yang terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025:

Pukul 10.00 WIB: Tim TPL, mitra plantation, dan tim Masyarakat Peduli Api (MPA) berangkat dari Kantor Estate Habinsaran untuk melaksanakan pekerjaan operasional dan patroli rutin di Compartment C111. Rombongan menggunakan beberapa kendaraan, termasuk Mitsubishi Triton, Toyota Hilux, Colt Diesel, dan armada dari PT RBN, PT Alfredo, serta PT MS.

Pukul 10.30 WIB: Rombongan dihentikan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai masyarakat, berjumlah sekitar 40 orang, di simpang jalan menuju Compartment 111.

Pukul 11.06 WIB: Saat melanjutkan perjalanan dan melintasi simpang 4 Natinggir, rombongan kembali dihadang oleh kelompok yang sama.

Pukul 11.10 WIB: Terjadi perdebatan. Dalam perdebatan tersebut, beberapa anggota kelompok penghadang melemparkan tiga kantong plastik berisi bensin ke arah mobil milik Bapak Edy Sianturi, salah satu anggota rombongan.

Pukul 11.12 WIB: Salah satu orang dari kelompok tersebut menyulut api dan melemparkannya ke arah mobil Bapak Edy Sianturi, menyebabkan api sempat menyala di bagian bawah kendaraan.

 

Akibat insiden ini:

1. Renhard Sitorus (petugas keamanan) mengalami luka bacok di kepala.

2. Aldi Gea (pekerja mitra dari PT RBN) mengalami luka robek di kepala akibat lemparan batu.

3. Prima Sihombing (karyawan TPL) mengalami lebam akibat pemukulan.

4. Robinson Hutapea (tokoh dari Desa Simare) juga mengalami pemukulan di bagian kepala.

Tambahan informasi, pihak perusahaan telah membawa korban ke rumah sakit umum daerah untuk mendapatkan perawatan medis dan melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian. TPL menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses secara hukum.(Bee)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close