Hukum & KriminalKriminalRegional
Polda Sumut Hadang Travel di Langkat, Ringkus Kurir Bawa 5 Kg Sabu Jaringan Aceh-Riau

Langkat, Sumatera Utara, KawalSumut.com ~ Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram yang diduga akan dikirim antarprovinsi melalui Jalan Lintas Sumatera di Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Baru, Kabupaten Langkat, Kamis (1/1/2026).
Dalam operasi itu, seorang pria berinisial MU (49), warga Kabupaten Aceh Utara, ditangkap setelah petugas mencurigai kendaraan travel jenis L300 bernopol BK 1931 RF yang sedang melaju di jalur tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Andy Arisandi, seperti yang dikutip dari detikSumut bahwa penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang rencana pengiriman sabu dari Aceh yang melintasi wilayah Sumut. “Sabu itu hendak dikirim ke Riau menggunakan kendaraan umum. Saat dalam perjalanan berhasil kami tangkap dengan berat sekitar 5 kilogram,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan lima bungkus sabu di dalam tas sandang berwarna hijau yang dibawa oleh MU. Barang bukti tersebut dikemas dalam kemasan teh Refined Chinese Tea merek Guanyinwang dengan berat sekitar 5 kg bruto.
Selain sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, yaitu satu unit ponsel, satu lembar tiket angkutan umum, satu buah selimut, serta beberapa barang pribadi milik pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengaku narkotika tersebut rencananya akan dibawa ke Pekanbaru atas perintah seseorang berinisial PON dari Aceh Utara dengan imbalan Rp 20 juta. Namun, saat dikembangkan, nomor kontak pihak yang disebut sudah tidak aktif.
Andy menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi pesan tegas pihak kepolisian. “Ini menjadi pesan bahwa sepanjang 2026 kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di Sumatera Utara,” katanya.
MU bersama seluruh barang bukti saat ini dibawa ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk proses penyidikan dan hukum lebih lanjut. Polisi juga masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. (HS)



