BencanaInfrastrukturKepulauan Nias
Longsor Putus Jalan Lahusa-Gomo, Mobilitas dan Perekonomian Warga Terancam Terganggu

NIAS SELATAN, KawalSumut.com ~ Longsor yang terjadi di ruas Jalan Lahusa–Gomo, Kabupaten Nias Selatan, menyebabkan akses tersebut putus total pada Minggu (9/8/2026). Kondisi ini berpotensi menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di sejumlah kecamatan.
Jalan Lahusa–Gomo merupakan salah satu jalur vital bagi masyarakat Gomo dan wilayah sekitarnya. Ruas tersebut digunakan untuk pergerakan warga, pengangkutan hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, serta akses menuju sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Seorang warga berinisial SB mengatakan, jalan tersebut menjadi penghubung utama antara Kecamatan Gomo dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Jalan penghubung antara Kecamatan Gomo dan beberapa kecamatan lainnya merupakan jalan sentral bagi Gomo dan sekitarnya. Kalau sekarang sudah putus total, dampaknya bisa fatal terhadap aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian,” ujar SB.
Menurut warga, dampak terputusnya jalan tidak hanya dirasakan masyarakat Kecamatan Gomo. Ruas Lahusa–Gomo juga memiliki peran penting bagi aktivitas warga dari Kecamatan Mazo, Susua, Umbunasi, Boronadu, Idanotae, hingga Ulu Idanotae.
Putusnya akses tersebut dikhawatirkan mengganggu distribusi barang, pengangkutan hasil pertanian, perjalanan pelajar, pelayanan kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat sehari-hari.
Selain menyoroti longsor terbaru, warga juga mempertanyakan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terhadap kondisi jalan tersebut. Berdasarkan keterangan warga, pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah beberapa kali melakukan survei, termasuk beberapa bulan lalu dan sepekan sebelum jalan putus.
Namun, warga mengaku belum melihat adanya penanganan permanen maupun langkah konkret untuk mengantisipasi titik-titik rawan longsor di sepanjang ruas tersebut.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan tidak hanya melakukan survei. Beberapa bulan lalu sudah disurvei bersama OPD terkait, bahkan minggu lalu. Namun, hasilnya belum terlihat. Sekarang alam membuktikan kondisi sebenarnya di lapangan,” tegas SB.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat agar akses warga dapat kembali dibuka. Selain itu, perbaikan permanen dinilai penting untuk mencegah kerusakan serupa dan memastikan kelancaran mobilitas serta perekonomian masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengenai rencana penanganan ruas Jalan Lahusa–Gomo yang putus akibat longsor tersebut. (MD)



