Humbahas
Sosialisasi BPJS Kesehatan di Humbahas, Sihar Sitorus Soroti Lonjakan Pasien Cuci Darah

Humbang Hasundutan, KawalSumut.com ~ Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus mengajak masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan untuk lebih aktif memahami dan memanfaatkan program BPJS Kesehatan sebagai bentuk perlindungan kesehatan sekaligus perlindungan ekonomi keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi BPJS Kesehatan bersama mitra kerja BPJS Kesehatan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam sambutannya, Sihar menegaskan bahwa program jaminan kesehatan nasional merupakan bentuk gotong royong masyarakat Indonesia dalam membantu sesama yang membutuhkan layanan kesehatan.
“BPJS Kesehatan adalah semangat gotong royong. Yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu,” ujar Sihar.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh manfaat BPJS Kesehatan. Menurutnya, ada warga yang telah memiliki kartu BPJS tetapi belum memahami tata cara penggunaannya, ada pula yang belum mendaftar karena merasa masih sehat.
Sihar menilai, kondisi ekonomi masyarakat Humbang Hasundutan yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun membuat perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan penting. Ia menyebut, biaya pengobatan penyakit berat dapat menguras keuangan keluarga apabila tidak memiliki jaminan kesehatan.
“BPJS Kesehatan hadir sebagai tameng pelindung ekonomi keluarga. Dengan iuran yang terjangkau, bahkan gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui skema PBI, masyarakat tidak perlu memilih antara berobat atau memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Humbang Hasundutan, Susan Sitompul, turut menyampaikan kekhawatiran terkait meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah.
“Ada hal penting yang kami sampaikan terkait lonjakan tinggi pasien cuci darah. Awalnya hanya sekitar 20 pasien, sekarang terus bertambah jadi 40 hingga saat ini ada sekitar 50 pasien daftar tunggu,” ujar Susan Sitompul.
Ia menilai, generasi muda saat ini sangat rentan mengalami diabetes melitus (DM) dan hipertensi yang menjadi pemicu utama penyakit gagal ginjal. Karena itu, pihaknya meminta perhatian pemerintah pusat terkait pengendalian konsumsi gula dan pemanis buatan dalam makanan maupun minuman.
“Kami meminta kebijakan dari pusat terkait generasi muda yang sangat rentan terjangkit DM dan hipertensi. Tolong tertibkan penggunaan gula dan pemanis dalam setiap makanan, khususnya pada program SPPG yang menyediakan susu dalam kemasan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sihar P. H. Sitorus menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke dalam rapat bersama mitra terkait di tingkat pusat.
“Saya akan membawa masukan ini dalam rapat bersama mitra terkait. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan generasi muda dan meningkatnya penyakit kronis di daerah,” tegasnya.
Selain itu, Sihar juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan preventif yang telah disediakan BPJS Kesehatan, seperti skrining kesehatan gratis, layanan persalinan, program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis), hingga layanan penyakit katastropik seperti cuci darah dan pengobatan kanker.
Menutup sambutannya, Sihar mengajak masyarakat untuk segera mengecek status kepesertaan BPJS Kesehatan, membayar iuran tepat waktu, serta membantu warga lain yang belum terdaftar agar memperoleh akses layanan kesehatan.
“Humbang Hasundutan yang baik adalah masyarakat yang sehat, sejahtera, dan diberkati,” tutupnya. (Bee)



