Kepulauan NiasRegional
Ketua DPP LSM GEMPUR Bersuara: Aksi Demo di Gedung DPR RI Dinilai Sebagai Bentuk “Kekecewaan Masyarakat”

Nisel, KawalSumut.com ~ Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Pengawas Kinerja Aparatur Negara (Gempur), Freddy Marbun, SH MH mengatakan Aksi Demo Masyarakat di gedung DPR RI merupakan Kemarahan Rakyat yang sudah mecapai Puncaknya.
Demo dan Bentrokan dengan Aparat di seluruh Indonesia PEOPLE POWER (Kekuatan Rakyat) yaitu Kekuatan Massa yang Sangat besar dimana-mana.
Marbun menilai dalam dalam keterangan nya bahwa Pemerintahan Prabowo Gagal memimpin Republik Indonesia.
“Kebijakan-kebijakan yang di lontarkan Prabowo banyak yang tidak masuk Akal, hal ini mengakibatkan kekecewaan rakyat yang sangat Besar,” kata Marbun dalam keterangan tertulisnya melalui via WhatsApp,(Sabtu,30/08/2025).
Selain pemerintahan Presiden Prabowo, Ketua DPP LSM Gempur itu juga menyoroti Kinerja wakil rakyat, dalam hal ini DPR RI yang mana menurut Marbun sebagai Wakil Rakyat banyak orang yang tidak berkualitas yang menyampaikan ucapan yang menyulut terjadinya kemarahan Rakyat.
“Seperti perkataan Anggota DPR RI Ahmad Sahroni “Orang Tolol Sedunia” dan mantan Artis seperti Uya Kuya, Eko Patrio dan lain-lain yang ngomong membuat Rakyat marah, sehingga terjadinya Demo Anarkis dimana-mana,” ungkap Marbun.
Dan menambahkan, “Masih banyak petinggi-petinggi Negara yang menimbulkan kemarahan Rakyat seperti Menteri Keuangan Sri Muliani menyebutkan Guru Sebagai Beban Negara, padahal sebutan guru adalah Pahlawan Tampa Tanda Jasa,” imbuh Marbun.
Dan juga menegaskan,” Pemikir-pemikir dan Pemimpin Negara ini adalah didikan para guru,” tegas Freddy Marbun, SH MH masih dalam keterangan nya.
Belum sampai disitu diuraikan nya juga dalam pengamatan nya ini bahwa ada nya Beberapa Bupati di Indonesia Menaikkan Pajak PBB seperti di Kab. Pati, Kab. Bone dan Kabupaten-kabupaten lainya di Indonesia disinyalir karena kurangnya Anggaran dari Pemerintah Pusat.
Hal ini kata Ketua Gerakan Pengawas Kinerja Aparatur Negara ini bahwa Negara disinyalir tidak Mampu mengelola Keuangan Negara untuk kemaslahatan Masyarakat.
Penilaian selanjutnya disampaikan nya juga bahwa Polisi yang seharusnya menjadi Pengayom Masyarakat bukannya melindungi Rakyat bahkan tega tega nya mengorbankan Rakyat kecil dengan Melindas seorang Driver Ojol yang bernama Affan Kurniawan dengan Rantis Brimob sampai tewas saat mengantar pesanan kepada Konsumen.
“Kita Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (GEMPUR) yang bergerak berdasarkan Undang-undang harus berani menyuarakan Kebenaran, karena kalau kita lihat Pemerintahan sekarang ini adalah Pemerintah yang sangat Korup,” tegas Marbun lagi.
Pada akhir keterangan nya, Freddy Marbun, SH MH kemudian juga menilai akan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang mana menurut nya kerap kali terjadi tebang pilih dalam menyikapi laporan masuk masyarakat.
“Semisal kalau kita melaporkan suatu Dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR), kepada APH hasilnya akan mengecewakan kita, padahal Korupsi di Negara ini Ini Seperti Kangker Ganas, sudah menyentuh Sendi-sendi kekuasaan di Pemerintahan mulai dari Pemerintahan paling rendah sampai pemerintahan yang paling tinggi,” tutup Ketua DPP LSM Gempur. (MD)