Toba

YASOP Peduli Salurkan Bantuan kepada 500 KK di Balige, Libatkan Ratusan Siswa untuk Belajar Empati

Toba, KawalSumut.com ~ Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung (YASOP) kembali menggelar program sosial YASOP Peduli sebagai bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Tahun ini, program tersebut akan menyalurkan bantuan paket sembako kepada 500 kepala keluarga (KK) di wilayah Hinalang, Sangkar Ni Huta, Pagar Batu, dan kawasan Kota Balige.

Program YASOP Peduli merupakan kolaborasi antara Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Artha Graha Peduli, dan Paryasop (Persatuan Alumni Yasop). Selain memberikan bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap kehidupan masyarakat.

Koordinator Lapangan YASOP Peduli, Paul Siahaan, mengatakan proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara menyeluruh dengan metode door-to-door menggunakan aplikasi survei digital. Pendataan tersebut bertujuan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah menggunakan aplikasi survei digital agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan didukung oleh 10 anggota tim yang berasal dari masing-masing desa dan kelurahan sehingga memahami kondisi warga di wilayahnya,” ujar Paul.

Sementara itu, Kepala Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Edison Silali, menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan akan dilakukan langsung oleh para siswa tanpa menggunakan perantara.

“Sebanyak 360 siswa-siswi asrama Yasop akan menyalurkan bantuan secara door-to-door berdasarkan data digital yang telah disusun tim survei. Selain menyerahkan bantuan, mereka juga diharapkan dapat berinteraksi dengan masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran karakter. Kami memohon dukungan masyarakat agar menerima dan mendampingi siswa-siswi kami dalam menjalankan kegiatan positif ini,” kata Edison.

Distribusi bantuan dijadwalkan berlangsung pada Minggu pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Untuk mendukung mobilitas ratusan siswa dan distribusi logistik dalam waktu yang bersamaan, panitia turut menggandeng komunitas transportasi lokal.

Paul Siahaan menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan komunitas angkutan kota dan pengemudi becak di Balige.

“Kami membutuhkan puluhan angkot dan becak untuk mendukung pergerakan siswa serta distribusi logistik. Kami bersyukur komunitas transportasi lokal turut berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Keterlibatan transportasi lokal tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.

Program YASOP Peduli juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Toba. Bupati Toba, Effendi P. Napitupulu, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut karena dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter bagi para siswa.

Menurutnya, kegiatan seperti YASOP Peduli mampu menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini dan menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda dalam memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

Bagi YASOP, setiap rumah yang dikunjungi bukan sekadar lokasi penyaluran bantuan, melainkan ruang pembelajaran. Para siswa didorong untuk mendengarkan cerita warga, memahami berbagai tantangan kehidupan, serta menumbuhkan rasa empati sebagai bekal menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat.

Melalui YASOP Peduli, Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (Bee)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close