
TOBA, KawalSumut.com ~ Mantan pemain PSMS Medan dan PSDS Deli Serdang, Bernad Siahaan, kini mendedikasikan pengalamannya untuk membina pesepakbola muda di Kabupaten Toba. Kiprahnya bersama PSSI Kabupaten Toba menjadi bagian dari komitmen untuk membangkitkan kembali sepak bola daerah yang sempat vakum selama sekitar 20 tahun.
Keterlibatan Bernad berawal ketika dirinya memenuhi undangan Parulian Simbolon untuk datang ke Kantor PSSI Kabupaten Toba. Dalam pertemuan tersebut, Bernad berbagi perjalanan karier dan pengalamannya kepada Ketua PSSI Toba Koko Siagian serta Sekretaris PSSI Toba Sanjay Efendi Baringbing.
Bernad mengaku terpanggil untuk menyumbangkan tenaga dan pengetahuannya bagi pembinaan generasi muda di Toba. Menurutnya, sepak bola telah memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan hidup dan kariernya.
Ia juga menyayangkan kondisi persepakbolaan Toba yang sempat vakum cukup lama. Karena itu, Bernad berkomitmen mengabdikan sisa perjalanan hidupnya untuk membantu pengembangan sepak bola di daerah yang dicintainya tersebut.
Perjalanan Bernad di dunia sepak bola dimulai pada 1983 saat memperkuat PSMS Junior di Klaten. Setahun kemudian, ia mendapat kepercayaan bergabung dengan tim utama PSMS Medan.
Pada 1985, Bernad menjadi bagian dari tim yang meraih gelar juara Perserikatan di Senayan, Jakarta. Pada tahun yang sama, timnya juga meraih juara harapan dalam ajang Marahalim Cup.
Kariernya berlanjut bersama PSDS Deli Serdang setelah menjalani proses transfer pada 1986. Pada tahun tersebut, ia turut mengantarkan Tim Sumut-A dari Dinas Pekerjaan Umum Deli Serdang meraih juara Kejuaraan Nasional Galakarya di Medan.
Memasuki periode 1987 hingga 1990, Bernad kembali mencatatkan sejumlah pengalaman bersama PSDS. Ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai Divisi I Perserikatan dan tampil dalam kompetisi Divisi Utama PSSI pada 1988 dan 1989.
Salah satu pencapaian penting dalam kariernya terjadi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII di Jakarta pada 1989. Saat memperkuat tim Sumatera Utara menghadapi Jawa Timur di partai final, Bernad mencetak gol pada menit ke-74. Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak perpanjangan waktu dan berakhir dengan keberhasilan Sumatera Utara meraih medali emas.
Setelah kembali memperkuat PSDS pada kompetisi Divisi Utama 1990, Bernad melanjutkan kariernya bersama Harimau Tapanuli FC. Setahun kemudian, ia meraih gelar juara Liga Antar-Klub se-Indonesia di Senayan, Jakarta.
Pada 1991, Bernad juga berkesempatan memperdalam pengetahuan sepak bola melalui pendidikan di akademi sepak bola di Belanda. Kariernya sebagai pemain berlanjut hingga 1996 dengan mengikuti sejumlah kompetisi, di antaranya Kaltex Cup, Galakarya, serta Piala Dunhill Divisi Utama Indonesia bersama PSDS.
Setelah pensiun sebagai pemain, Bernad melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Pada periode 1996–2001, ia dipercaya menangani PS Pioneer FC Universitas Darma Agung Medan.
Kiprah kepelatihannya kemudian berlanjut di Kabupaten Toba. Bernad menjadi pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Balige pada 2002 dan membawa tim tersebut menjuarai Tunas Muda Cup Kabupaten Toba pada 2003. Setahun berikutnya, ia dipercaya menangani tim sepak bola AMS Tambunan Balige.
Bernad kembali aktif melatih SSB Tunas Muda Balige pada 2024. Sejak 2026, ia turut berkiprah bersama PSSI Kabupaten Toba dan terlibat dalam pembinaan pemain kelompok usia U-13 dan U-15.
Ketua PSSI Toba Koko Siagian bersama Sekretaris Sanjay Efendi Baringbing menyambut keterlibatan Bernad dalam program pembinaan tersebut. Pengalamannya selama lebih dari empat dekade diharapkan dapat membantu membentuk pemain muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kemampuan bersaing.
Kehadiran Bernad juga diharapkan menjadi bagian dari kebangkitan sepak bola Kabupaten Toba melalui program pembinaan usia dini yang terarah dan berkelanjutan. Dengan pembinaan tersebut, pesepakbola lokal diharapkan mampu berprestasi pada kompetisi tingkat daerah hingga nasional. (KS)



