KesehatanLabuhan Batu Raya
Sihar Sitorus Tekankan Peran Edukasi BPOM dalam Lindungi Konsumen Saat Reses di Labuhan Batu

Labuhan Batu, KawalSumut.com ~ Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P. H. Sitorus, menegaskan pentingnya peran edukasi publik dalam pengawasan obat dan makanan saat kegiatan sosialisasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Labuhan Batu pada 24–25 April 2026.
Dalam sambutannya, Sihar menyoroti bahwa isu kesehatan tidak hanya berkaitan dengan layanan medis seperti rumah sakit dan puskesmas, tetapi juga erat dengan produk yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Ia menyebut BPOM memiliki peran strategis sebagai penjaga kepercayaan publik terhadap keamanan obat, makanan, dan kosmetik.
“BPOM bukan hanya lembaga pengawas, tetapi penjaga kepercayaan publik terhadap produk yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, Sihar mengungkapkan masih banyak tantangan di lapangan, khususnya di daerah seperti Labuhan Batu yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi di sektor perdagangan dan UMKM. Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih ditemukan, seperti peredaran obat tanpa izin edar, kosmetik ilegal, serta produk pangan olahan yang belum memenuhi standar keamanan.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya literasi masyarakat yang masih mudah percaya pada klaim produk instan tanpa dasar ilmiah.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata kesalahan masyarakat, melainkan dipengaruhi oleh keterbatasan edukasi, kebutuhan ekonomi, serta belum meratanya pengawasan.
Dalam kesempatan itu, Sihar mendorong penguatan tiga aspek utama dalam tugas BPOM. Pertama, edukasi publik yang lebih masif dan mudah dipahami masyarakat, termasuk cara mengenali produk aman melalui izin edar, label, dan komposisi.
Kedua, pendampingan terhadap pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar produksi dan perizinan. Ia menilai BPOM perlu hadir sebagai mitra pembinaan, bukan sekadar penegak aturan.
Ketiga, pengawasan berbasis partisipasi masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan produk mencurigakan dan menjadi konsumen yang lebih kritis.
Sihar juga mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan pasar, terutama melalui platform digital, berpotensi mempercepat peredaran produk ilegal jika tidak diimbangi pengawasan yang kuat.
“Pengawasan harus lebih cepat dari peredaran produk, dan edukasi harus lebih kuat dari iklan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kesadaran konsumen menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan konsumsi yang aman.
Sihar berharap Labuhan Batu tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga menjadi daerah yang sehat dan aman dari sisi konsumsi masyarakat. (MN)



